Habis jam 12 rapat kecil-kecilan dengan teman-teman dari Nippon Club, saya langsung bergegas ke tempat janjian lain untuk survey perpustakaan. Lebih tepatnya, Perpustakaan Umum Daerah Jakarta.
Rute busway-nya cukup simpel, Benhil (saya naik dari halte Benhil) – Dukuh Atas – Naik ke arah Ragunan, tapi turun di GOR . Karena temen saya bilang, “Deket dari halte kok, tinggal jalan kaki saja”, saya dengan pedenya turun dan melihat tanda panah yang menunjukkan Perpumda ke belakang. Busyet dah, ternyata itu jalan mutar yang lebih jauh dari biasanya. Padahal kalo saya mau nanya ama tukang taksi yang pada parkir disana, pasti dikasih tahu tinggal ngikutin jalan besar sedikit, nanti ada tanda panah yang lebih besar lagi yang bertuliskan “PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH, 50m” x_x
Kembali pada saat saya masih di jalan yang memutar tadi, akhirnya saya menanyakan ke Pos Polisi dimana lokasi perpustakaan umum daerah di sekitar situ karena saya pikir mereka pasti tahu dan bisa memberikan jawaban singkat dan jelas kemana arahnya. Saya salah 540 derajat. Berikut cuplikan dialog saya dan petugas yang sedang berjaga disitu:
“Maaf Pak, saya mau nanya, Perpustakaan Umum Daerah yang disekitar sini ada dimana ya?”
“Oh, perpustakaan umum daerah? Ayo masuk dulu dek, kebetulan kita ada Peta Jakarta.” Saya yang bengong karena mendapat jawaban tak terduga tersebut akhirnya masuk ke ruangan kantor bagian dalam yang ada komputernya. Pak polisi tersebut mengambil CD Peta Jakarta dari tumpukan CD-CD lain (gak tahu CD musik, film, ato aplikasi polisi lainnya
) dan memasukkannya ke dalam CD-ROM.
“Ini silahkan dilihat lokasinya.” kata pak polisi sambil memberikan tempat duduknya. Well, gak sopan dong nolak, jadi saya duduk sambil berusaha nyari kategori Perpustakaan…tidak ada. Lalu search…tidak ada. Akhirnya saya mencoba melihat peta daerah tersebut secara manual untuk mencari lokasi gedung yang kemungkinan perpustakaan itu.
“Kalo peta daerah sini agak kebawahan dikit dek, iya disitu. Deket-deket nyi ageng serang.” Pak Polisi mencoba membantu. TING! Terbersit di ingatan saya kalo Perpumda lokasinya di Gedung Nyi Ageng Serang. Segeralah saya menanyakan ke Pak polisi itu, lokasi gedungnya dimana.
“Oh, kalo Gedung Nyi Ageng Serang disebelah ini persis.” GUBRAK! Pos jaganya di sebelah persis, tapi gak tahu lokasi Perpustakaannya? Benar-benar deh. Tapi setelah saya lihat, memang gak ada sama sekali spanduk atau papan nama bertuliskan “PERPUMDA ada disini.” seperti layaknya fasilitas-fasilitas pemerintah daerah lainnya. Benar-benar deh -_-;
Dari situ saya pertama kali merasakan antusiasme Polisi untuk membantu masyarakat (walau rada gak guna juga sih
). Dan saya yakin paradigma Polisi pengayom dan sahabat masyarakat benar-benar terwujud bila semua polisi bersikap seperti itu. Terima kasih Pak Polisi! Semoga kapan-kapan saya bisa dibantu lagi saat mendatangi pos bapak kalau ada masalah, bukan Pak Polisinya yang mendatangi saya kalau saya yang bermasalah
harusnya gantian kamu bilangin ke polisinya klo gedungnya ada di sebelahnya biar sama2 tambah wawasan dan tambah ilmu
Comment by nabil — May 31, 2008 @ 2:50 pm
Hehe, justru pak polisinya yang ngasih tahu kalo gedung Nyi Ageng Serang (PERPUMDA) nya ada tepat di sebelahnya.
Dia juga merasa kayaknya pernah liat nama PERPUMDA, tapi lupa. Wajar aja, perpustakaannya cuma ada di lt.7-8 x_x
Comment by harsanalif — May 31, 2008 @ 3:20 pm